Haul 1 Tahun Kiai Ahmad Zaini Diperingati di Masjid Miftahul Huda, Kampung Dul
Bangka Tengah, Ratusan jamaah memenuhi Masjid Miftahul Huda, Kampung Dul, Kecamatan Pangkalan Baru pada Minggu malam, 12 Oktober 2025, untuk memperingati haul 1 tahun wafatnya almarhum Kiai Ahmad Zaini, seorang tokoh agama yang dikenal luas karena dedikasi dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Acara haul yang dimulai setelah salat Maghrib tersebut berlangsung dengan suasana yang hangat, khusyuk, dan penuh rasa haru. Para jamaah dari berbagai desa di wilayah Pangkalan Baru maupun luar daerah datang sejak sore hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan doa bersama bagi almarhum.
Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan Surat Yasin, tahlil, serta doa yang dipimpin bergantian oleh para ustadz. Lantunan dzikir dan doa membuat suasana masjid terasa syahdu, mengingatkan jamaah pada sosok Kiai Ahmad Zaini yang selama hidupnya dikenal sebagai ulama yang lembut tutur kata, aktif berdakwah, dan dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan.
Dalam sesi tausiyah, Ust. Ahmad Arifin menegaskan kembali keteladanan almarhum sebagai sosok yang sederhana namun kaya kontribusi dalam membina generasi muda.
“Almarhum adalah guru bagi banyak orang. Beliau tak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga akhlak, keteladanan, dan keikhlasan dalam berbuat baik. Haul ini adalah wujud rasa cinta kita kepada beliau,” ujarnya.
Acara juga menjadi ajang silaturahmi bagi keluarga, kerabat, dan para murid almarhum. Pihak keluarga menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir dan membantu mempersiapkan kegiatan haul. Mereka berharap momentum ini tidak hanya menjadi bentuk doa bersama, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah serta melanjutkan nilai-nilai dakwah yang pernah disampaikan almarhum Kiai Ahmad Zaini.
Selepas doa penutup, acara dilanjutkan dengan makan bersama yang disediakan panitia dan warga sekitar Masjid Miftahul Huda. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa ketika para jamaah saling berbincang mengenang kebaikan almarhum serta kontribusinya bagi kampung dan masyarakat.
Haul 1 tahun ini menjadi pengingat bahwa keteladanan seorang ulama akan terus hidup melalui ilmu, nasihat, dan kebaikan yang ditinggalkannya. Masyarakat pun berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan sebagai wujud penghormatan dan rasa cinta kepada para pendidik agama.
(Press Rilis oleh Sayyidah Annisa)