Maulid Rasa Lebaran, Tradisi Unik Desa Kemuja Bangka Sambut Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW

avatar Administrator
Administrator

35 x dilihat
Maulid Rasa Lebaran, Tradisi Unik Desa Kemuja Bangka Sambut Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Peringatan Maulid Nabi di Desa Kemuja Berlangsung Meriah, Jamaah Jumat Meluber hingga ke Jalan

Kemuja, Bangka —Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H (5 September 2025) di Desa Kemuja berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan. Tradisi yang digelar setiap tahun ini kembali menjadi momen penting bagi masyarakat setempat, dirayakan layaknya hari besar umat Islam dengan suasana silaturahmi dan kebersamaan yang kental.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian kegiatan diawali pada malam sebelum puncak perayaan. Warga melaksanakan nganggung, yaitu membawa dulang berisi makanan ke masjid dan musholla. Setelah itu, jamaah bersama-sama membaca riwayat hidup Nabi Muhammad SAW secara serentak di seluruh tempat ibadah desa. 

Keesokan paginya, warga kembali memenuhi masjid dan musholla untuk nganggung pagi, dilanjutkan pembacaan Barzanjidan doa bersama.  

Tahun ini, perayaan Maulid terasa berbeda karena bertepatan dengan hari Jumat. Antusiasme masyarakat luar biasa tinggi, masjid penuh sesak hingga jamaah meluber ke tangga, halaman, bahkan sampai ke badan jalan. 

Keistimewaan lain dari perayaan Maulid di Kemuja adalah tradisi menyediakan hidangan makanan secara berlimpah, mirip suasana Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha yang menjadi sajian untuk menyambut dan menjamu masyarakat dari berbagai desa tetangga yang datang khusus untuk bersilaturahmi pada hari itu.

"Tradisi kami di Kemuja, setiap Maulid, kami buka pintu rumah dan masjid selebar-lebarnya. Ini adalah momen untuk saling berkunjung, bermaaf-maafan, dan mempererat tali persaudaraan. Kami menyediakan makanan, dan masyarakat dari desa-desa lain datang seperti saat lebaran," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan bahwa tradisi Maulid di Desa Kemuja tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga serta menjaga nilai-nilai kebersamaan yang sudah diwariskan turun-temurun.

Dengan rangkaian kegiatan yang berjalan lancar dan penuh semangat, masyarakat berharap peringatan Maulid di Kemuja dapat terus menjadi momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di antara warga desa.

(press rilis oleh Deyan Azzahro)