Semarak Muharram di Kenanga 2025: Harmoni Nilai Islam dan Kearifan Lokal Warga

avatar Administrator
Administrator

14 x dilihat
Semarak Muharram di Kenanga 2025: Harmoni Nilai Islam dan Kearifan Lokal Warga

Kenanga, 28 Juni 2025 — Peringatan Tahun Baru Islam 1447 H di Desa Kenanga, berlangsung meriah. Warga dari berbagai usia berkumpul sejak pagi hingga malam untuk mengikuti rangkaian acara Muharram di Kenanga, sebuah tradisi tahunan yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan kekayaan kearifan lokal masyarakat setempat.

Acara dimulai dengan doa bersama dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an di halaman balai desa. Para tokoh agama mengingatkan pentingnya Muharram sebagai bulan mulia dalam Islam, sekaligus momentum untuk memperbaiki diri dan mempererat silaturahmi.

Setelah itu, warga melanjutkan kegiatan dengan arak-arakan budaya, menampilkan berbagai ornamen tradisional khas Kenanga, seperti payung hias, alat musik gambus lokal, serta pakaian adat Melayu yang dipadukan dengan nuansa islami. Anak-anak dan remaja tampak antusias mengikuti pawai sambil melantunkan shalawat.

Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah pembagian bubur asyura, makanan tradisional yang sudah menjadi simbol kebersamaan masyarakat Kenanga setiap memasuki bulan Muharram. Bubur yang dimasak secara gotong royong oleh ibu-ibu desa ini dipercaya sebagai bentuk syukur dan doa agar tahun baru Islam membawa keberkahan. Tradisi ini merupakan wujud nyata perpaduan budaya lokal dengan nilai-nilai ajaran Islam tentang berbagi dan persaudaraan.

Kepala Desa Kenanga, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga sarana memperkuat identitas masyarakat.

"Muharram di Kenanga adalah cermin bagaimana Islam tumbuh bersama budaya lokal. Tradisi yang kita jaga ini adalah bentuk penghormatan kepada sejarah, sekaligus cara kita mendidik generasi muda untuk mencintai Islam dan budaya sendiri", ucap Kepala Desa Kenanga.

 

Di malam hari, acara ditutup dengan tausiah kebangsaan, membahas tentang bagaimana kearifan lokal dapat menjadi media dakwah yang efektif. Para pemuda juga menampilkan drama kolosal tentang sejarah hijrah Nabi, dikemas dengan unsur seni lokal sehingga lebih mudah dipahami dan dinikmati masyarakat.

Perpaduan nilai keislaman dan tradisi lokal dalam Muharram di Kenanga menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi jembatan untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus menjaga identitas masyarakat. Peringatan tahun ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melestarikan kearifan lokal yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.
 

(Press Rilis oleh Erdinia)